Taman Wisata Jurug Dapat Anggaran Rp. 4 Miliar dari BP2D DPRD Kota Solo

Taman Wisata Jurug Dapat Anggaran Rp. 4 Miliar dari BP2D DPRD Kota Solo

Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (BP2D) DPRD Kota Solo, Putut Gunawan, menjelaskan pihaknya tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyertaan modal pemkot kepada Perusda TSTJ. Sesuai peraturan yang ada, tiap penyertaan modal ada analisa kelayakan investasi oleh konsultan ahli.

Angaran senilai Rp. 4 miliar ini rencananya akan digunakan untuk pembuatan kolam bermain / kolam keceh di bekas kolam lumba – lumba yang berada di ujung sebelah timur ota Solo.

Menurutnya, TSTJ berkemauan meningkatkan daya saing pengunjung khususnya kalangan pemuda dan anak-anak. Setelah kajian, mereka mengusulkan ke Pemkot Solo untuk membuat kolam keceh.

“Pengajuan itu berdasar survei pasar dan keberadaan kolam bekas lumba-lumba. Kolam itu akan dimodifikasi. Anggaran tersebut juga untuk merevitalisasi fungsi yang selama ini terbengkalai seperti renovasi, membeli alat dan penyiapan area sebagai daya dukung wahana baru itu,” papar dia seusai rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusda terkait, Senin (23/1/2017).

Politikus PDIP itu mengutarakan TSTJ memiliki beberapa fungsi seperti konservasi, edukasi dan rekreasi. Ia menyatakan harapannya agar tiga fungsi jalan seimbang. Namun, yang terpenting adalah fungsi konservasi dan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan hewan.

Lebih lanjut, ia menyatakan dalam waktu dekat TSTJ akan mendapat bantuan dari Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) untuk renovasi masjid dam pengembangkan wahana-wahana baru. Ia berharap rencana itu bisa dijalankan secepatnya.

“Kami mendorong supaya TSTJ juga memberi kontribusi produktif pada tata ruang kota. Kalau dilihat sepintas, sementara ini belum ada sensasi visual. Realisasi rencana PKBSI tahun 2017,” katanya.

Anggota Fraksi PKS, Quatly Abdulkadir Alkatiri, menilai pemberian tambahan modal Rp4 miliar bisa dikorelasikan dengan gaung pendapatan asli daerah (PAD) dan unsur pariwisata Kota Solo. Menurut dia, bisa saja perputaran uang terjadi di tempat lain, bukan pada objek wisata terkait.

“Tapi kalau dilihat adanya rencana PKBSI untuk melakukan revitalisasi, bisa saja Rp4 miliar itu mubazir. Meskipun saya sendiri sebenarnya tidak terlalu yakin PKBSI bisa merealisasikan rencana tersebut,” katanya, Senin.

(Visited 25 times, 1 visits today)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan